Saya beruntung memiliki papa yang dekat di mata, juga dekat di hati. Sedari kecil, ia selalu hadir dalam hidup kami anak-anaknya. Dalam studi, bermain, berolahraga. Ia jugalah yang memperkenalkan mula-mula memperkenalkan tenis; hingga saya jatuh cinta. =) Sebuah pribadi yang kalem, ga neko-neko, jujur dan rendah hati. Mungkin saya lebih sering dimarahi mama daripada papa. Mama sering berkata kalo papa itu orangnya terlalu baik, kadang suka dimanfaatkan orang lain. Tetaplah ia jadi panutan dan teladan buat saya.
Benar kata Pak Ayub dalam kotbahnya kemarin. Peran seorang ayah tidak ditentukan berdasarkan kekayaan, jabatan, maupun tingkat pendidikan. Ayah adalah tempat berlindung bagi anak-anaknya di saat mereka kesulitan. Tempat bersandar di saat mereka sedih. Teman bermain di saat mereka kesepian. Sekaligus guru yang bisa keras dalam mendidik di saat mereka salah jalan. Terima kasih ayah..
Yang Terbaik Bagimu
(Ada Band)
Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi dan harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan dalam waktu kuberanjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Aku trus berjanji takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencintaimu
Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Kurindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Ingin dengar? http://www.youtube.com/watch?v=UBGa3Lfwa0o
No comments:
Post a Comment