Integritas
James Blake kalah dari Fernando Gonzales di semifinal tenis Olimpiade Beijing. Namun, yang membuat ia terlebih kecewa adalah ketidakjujuran Gonzales. Bola yang dipukul Blake mengenai raket Gonzales, namun dinyatakan keluar oleh wasit. Gonzales sendiri tak mengaku. Saat itu poin kritis. Kita bisa mengerti mengapa Gonzales mengelak. Di saat situasi sulit dan terjepit, integritas seseorang sesungguhnya diuji.
Saat ini mungkin kita menganggap remeh soal integritas. Ga heran karena disaat semuanya berjalan baik, kita dengan entengnya dapat berkata, "Saya orang berintegritas tinggi karena saya bertanggung jawab, dan sebagainya." Itu bagus, meski bukanlah ujian sesungguhnya. Bayangkan ketika sebuah project team dalam kesulitan - atau, di ambang kegagalan - dan Anda tahu bahwa Anda melakukan kesalahan, bisakah Anda mengakuinya? Sulit. Konsekuensinya besar - bisa kena omelan, bahkan dipecat. Pertanyaannya, maukah Anda?
Dalam hal ini, kita punya teladan. Yusuf namanya. Ia tetap setia meskipun selalu "digoda" oleh istri Potifar. Hingga ia akhirnya difitnah dipenjarakan. Tidak mudah. Namun, ia percaya bahwa Tuhan selalu menyertainya. Dan pada akhirnya rencanaNya yang indah tergenapi dalam hidup Yusuf.
Bila Anda belum mengalaminya, percayalah suatu saat di masa mendatang Anda akan. Ada baiknya kita mempersiapkan diri. Dengan bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar orang yang berintegritas?" Sebelum saat itu tiba, semoga Anda dapat tegas menjawab "ya".
No comments:
Post a Comment