Wednesday, September 24, 2008

Em El dan Mbak Leh

Dua minggu belakangan ini, milis teman-teman tenis penuh dengan istilah (singkatan, julukan, atau apapun itu): Em El, Mbak Leh. Belum lagi beruang, mbe, emas, pot, pol dan lain-lain. Dahi berkerut saat membacanya. Ironisnya, tetep ga ngerti. =) Semua orang bisa menebak ini berkaitan dengan krisis ekonomi di "Kerajaan Amerika". Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai "awal sebuah keakhiran".

Apapun itu - terlepas dari ketidakngertian saya (atau, masa bodoh) - kita masih bisa belajar:

  1. Tak ada yang abadi. Segala sesuatu di dunia ini ada masanya. Bahkan perusahaan raksasa yang katanya mencapai masa keemasannya tahun lalu. Gelar, jabatan dan kekayaan bukanlah jaminan. Maka, janganlah hanya membangun "kerajaan sendiri" di dunia ini.
  2. Konsekuensinya, hidup akan selalu bagaikan roller coaster - kadang di atas, kadang di bawah. Maka, di saat kelam, percayalah yang baik akan datang. Sebaliknya, saat bahagia, bagikanlah kasih. Sebab, nanti ada kalanya Anda akan menerima kebaikan dari orang lain di saat Anda memerlukannya.
  3. Karena kita kuat terikat di dalam roller coaster, janganlah kuatir. Naik, turun, berbalik arah; kepala di bawah, kaki di atas; kita semua ada di dalam genggaman tanganNya. Percayalah pada akhirnya kita akan sampai tujuan. Bila kita tetap setia.

Tuesday, September 23, 2008

Arsenal

Sebuah memo milik pelatih Arsene Wenger terkuak. Di dalamnya tersimpan rahasia sukses Arsenal - tim tangguh, dihuni pemain muda berbakat, minim pemain bintang; meski bukan tim kaya - seperti Manchester United, Chelsea - Arsenal kokoh di puncak Liga Inggris saat ini. Isinya antara lain, "Sebuah tim menjadi kuat jika ada hubungan baik antar pemain di dalamnya. Kekuatan yang mengendalikan tim adalah kemampuan anggotanya untuk membuat dan menjaga hubungan baik dalam tim yang dapat menambah dimensi dan ketahanan dinamisasi tim." Selebihnya, pemain The Gunners dikenal berkomitmen, positif, dan rendah hati - di dalam dan di luar lapangan. Bravo, Arsenal!

Membangun kebersamaan sebuah tim tidaklah mudah. Kerap biangnya adalah perseteruan akibat sikap egois para anggotanya. Uniknya, kita seringkali pula lupa. Saat kita melantunkan komitmen kita namun diri sendirilah yang dipikirkan. Atau, mengatasnamakan sesuatu "yang lain" - yang tampak baik dan mulia. Namun, di saat yang sama kebersamaan itu runtuh. Saat kebersamaan mulai goyah, berhati-hatilah. Ada yang salah dibaliknya.

Friday, September 12, 2008

Buta

Banyak hal yang tak seindah luarnya. Pacar cantik tapi sering jalan bareng cowo lain; suami kaya tapi kelakuan ga bener; ilmuwan terkenal tapi ga jujur; direktur perusahaan tapi kasar terhadap bawahan.

Jika tidak tahu, kerap kita akan bergumam "wah hebatnya". Tapi ini sih wajar. Soalnya tidak tahu. Palingan kita perlu mengenal dulu sebelum menilai. Ini namanya buta karena belum belajar. Intinya, jangan menilai sesuatu hanya dari kulitnya.

Namun, ada penyakit yang lebih "kronis" - pura-pura buta atau tutup sebelah mata. Buta yang disengaja. Karena kaya, saya ga peduli suami saya selingkuh. Karena terkenal, tidak apa-apa direktur korupsi. Karena "benar", saya ga peduli kalo saya itu egois. Kalau ini sih bisa jadi penyakit menular.

Makanya saya lebih senang bergaul dengan orang yang "rendah hati". Apapun statusnya. Entah itu direktur perusahaan, orang kaya, profesor, pendeta dan sebagainya. Setidaknya dengan rendah hati, tidak ada kepalsuan. Asal jangan pura-pura rendah hati. Itu sih bikin orang lain menjadi buta. =)

Monday, September 08, 2008

Papa

Saya beruntung memiliki papa yang dekat di mata, juga dekat di hati. Sedari kecil, ia selalu hadir dalam hidup kami anak-anaknya. Dalam studi, bermain, berolahraga. Ia jugalah yang memperkenalkan mula-mula memperkenalkan tenis; hingga saya jatuh cinta. =) Sebuah pribadi yang kalem, ga neko-neko, jujur dan rendah hati. Mungkin saya lebih sering dimarahi mama daripada papa. Mama sering berkata kalo papa itu orangnya terlalu baik, kadang suka dimanfaatkan orang lain. Tetaplah ia jadi panutan dan teladan buat saya.

Benar kata Pak Ayub dalam kotbahnya kemarin. Peran seorang ayah tidak ditentukan berdasarkan kekayaan, jabatan, maupun tingkat pendidikan. Ayah adalah tempat berlindung bagi anak-anaknya di saat mereka kesulitan. Tempat bersandar di saat mereka sedih. Teman bermain di saat mereka kesepian. Sekaligus guru yang bisa keras dalam mendidik di saat mereka salah jalan. Terima kasih ayah..

Yang Terbaik Bagimu
(Ada Band)

Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi dan harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan dalam waktu kuberanjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Aku trus berjanji takkan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencintaimu
Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Kurindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati