Play Heart, Work Heart
Play heart, work heart. Semboyan ini diharapkan dapat membuat kita merenung sejenak. Apalagi, dunia cenderung mengajarkan semboyan "play hard, work hard". Semboyan benarnya ini tidak salah, namun kurang tepat. Tubuh kita juga perlu dijaga dan butuh istirahat. :) Namun, yang lebih bahaya, kerap hal ini dikaitkan dengan keberhasilan atau kesuksesan. Semboyan ini cenderung berorientasi pada hasil, bukan proses. Umumnya, segala cara akan dihalalkan untuk mencapai hasil terbaik sembari mengabaikan prosesnya dan masyarakat menjadi makin tidak manusiawi. Meniru karya orang lain untuk mendapatkan banyak untung, menjegal saingan bisnis atau teman sekantor, bermuka dua terhadap atasan dan bawahan, egois dan tidak mau kalah, individualistis dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar adalah beberapa contoh refeleksi kehidupan dunia yang keras saat ini. Kita lupa bahwa kita adalah manusia. Hasil pekerjaan bukan hanya hand made, tapi juga human made. Alangkah indahnya bila kita melakukan pekerjaan kita dengan hati. Mengesampingkan diri sendiri sebagai yang utama, tapi lebih senang mengasihi dan menolong sesama. Mungkin ini bukan jaminan prestasi invividu, namun langkah nyata menuju keharmonisan, ketenangan dan kedamaian. Bukankah hidup ini indah?
Monday, January 22, 2007
Sunday, January 21, 2007
Asing
Saat tiba di lingkungan yang baru, kita menjadi orang asing. Entah itu pada saat kita pindah ke sekolah baru, rumah baru, ataupun gereja baru. Menjadi orang asing memang tidak selalu nyaman. Kita seringkali butuh waktu yang cukup lama untuk beradaptasi. Bila Anda saat ini berada di lingkungan baru dan merasa sendirian, jangan putus asa. Ingat, disanalah juga kita menyimpan motivasi baru, tujuan baru dan harapan baru. Yang terlebih penting lagi, ada satu Pribadi yang selalu beserta kita. Ia tidak pernah merasa asing dengan kita karena Ia adalah Bapa kita. Seperti pujian syukur Pemazmur (Mazmur 139:13): "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku". Ia mengenal kita! Beriman dan percaya bahwa Yesus selalu menuntun kita. Dan, di balik semua yang baru, Ia pasti punya rencana yang indah dalam hidup kita.
Saat tiba di lingkungan yang baru, kita menjadi orang asing. Entah itu pada saat kita pindah ke sekolah baru, rumah baru, ataupun gereja baru. Menjadi orang asing memang tidak selalu nyaman. Kita seringkali butuh waktu yang cukup lama untuk beradaptasi. Bila Anda saat ini berada di lingkungan baru dan merasa sendirian, jangan putus asa. Ingat, disanalah juga kita menyimpan motivasi baru, tujuan baru dan harapan baru. Yang terlebih penting lagi, ada satu Pribadi yang selalu beserta kita. Ia tidak pernah merasa asing dengan kita karena Ia adalah Bapa kita. Seperti pujian syukur Pemazmur (Mazmur 139:13): "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku". Ia mengenal kita! Beriman dan percaya bahwa Yesus selalu menuntun kita. Dan, di balik semua yang baru, Ia pasti punya rencana yang indah dalam hidup kita.
Thursday, January 18, 2007
Asean Football Championship 2007
Kemarin malam nonton pertandingan langsung Asean Football Championship 2007. Kali ini Indonesia lawan Singapura. Head-to-head: Indonesia tidak pernah menang selama 7 pertandingan terakhir melawan Singapura. Setelah ditahan imbang 0-0 melawan Vitnam, Indonesia wajib menang untuk dapat lolos ke semifinal. Pertandingannya seru dan menarik. Nontonnya agak emosional juga; maklum, kesebelasan nasional tercinta. =) Sayang, akhirnya Indonesia hanya bisa bermain imbang 2-2. Yang menggembirakan, lini tengah Indonesia yang diisi muka-muka baru, kecuali kapten Ponaryo Astaman, tampil mengesankan. Atep, Eka Ramdani dan Mahyadi Panggabean berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Singapura. Baik melalui aksi-aksi individual atau umpan-umpan satu-dua. Duet penyerang Ilham Jayakesuma dan Zaenal Arif juga terlihat kompak. Buktinya mereka menyumbangkan masing-masing satu gol. Bisa dimengerti karena mereka sebelumnya duet maut Persita. :) Mungkin yang agak lemah adalah lini belakang. Mereka agak keteteran menerapkan jebakan off side. Sangat canggung memainkan pola baru 4-4-2 arahan pelatih Peter White. Akibatnya, berkali-kali penyerang Singapura lolos dari jebakan off-side. Kiper Hendro Kartiko juga terkesan agak terburu-buru. Salah satu aksinya malah menghasilkan gol pertama Singapura lewat titik putih. Desas-desusnya pelatih Peter White bakal didepak akibat kegagalan ini. Saya pribadi kurang setuju mengingat 6 bulan ke depan timnas akan berlaga di ajang yang lebih besar, Piala Asia 2007, yang berlangsung di tanah air. Materi pemain sudah baik; tinggal ditingkatkan kekompakan timnya. Apalagi 3 pemain Persib Bandung sekarang ada di timnas (Eka Ramdani, Zaenal Arif, Bayu Sutha). Kadang bangsa Indonesia suka melucu, pengennya serba instan. Lebih baik bertumbuh meskipun lambat, daripada terus-menerus mulai dari awal. Hidup timnas Indonesia! Hidup Persib! =)
Kemarin malam nonton pertandingan langsung Asean Football Championship 2007. Kali ini Indonesia lawan Singapura. Head-to-head: Indonesia tidak pernah menang selama 7 pertandingan terakhir melawan Singapura. Setelah ditahan imbang 0-0 melawan Vitnam, Indonesia wajib menang untuk dapat lolos ke semifinal. Pertandingannya seru dan menarik. Nontonnya agak emosional juga; maklum, kesebelasan nasional tercinta. =) Sayang, akhirnya Indonesia hanya bisa bermain imbang 2-2. Yang menggembirakan, lini tengah Indonesia yang diisi muka-muka baru, kecuali kapten Ponaryo Astaman, tampil mengesankan. Atep, Eka Ramdani dan Mahyadi Panggabean berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Singapura. Baik melalui aksi-aksi individual atau umpan-umpan satu-dua. Duet penyerang Ilham Jayakesuma dan Zaenal Arif juga terlihat kompak. Buktinya mereka menyumbangkan masing-masing satu gol. Bisa dimengerti karena mereka sebelumnya duet maut Persita. :) Mungkin yang agak lemah adalah lini belakang. Mereka agak keteteran menerapkan jebakan off side. Sangat canggung memainkan pola baru 4-4-2 arahan pelatih Peter White. Akibatnya, berkali-kali penyerang Singapura lolos dari jebakan off-side. Kiper Hendro Kartiko juga terkesan agak terburu-buru. Salah satu aksinya malah menghasilkan gol pertama Singapura lewat titik putih. Desas-desusnya pelatih Peter White bakal didepak akibat kegagalan ini. Saya pribadi kurang setuju mengingat 6 bulan ke depan timnas akan berlaga di ajang yang lebih besar, Piala Asia 2007, yang berlangsung di tanah air. Materi pemain sudah baik; tinggal ditingkatkan kekompakan timnya. Apalagi 3 pemain Persib Bandung sekarang ada di timnas (Eka Ramdani, Zaenal Arif, Bayu Sutha). Kadang bangsa Indonesia suka melucu, pengennya serba instan. Lebih baik bertumbuh meskipun lambat, daripada terus-menerus mulai dari awal. Hidup timnas Indonesia! Hidup Persib! =)
Thursday, January 11, 2007
Sabar
Jaman sekarang ini, sabar mungkin satu sikap yang kerap disepelekan oleh kita. Apalagi di tengah dunia yang serba instan. Padahal banyak sisi positifnya lho. Salomo juga menekankan pentingnya sikap sabar. Tidak tanggung-tanggung. Dua ayat dalam fasal yang sama (Amsal 14:17,29) bernada seirama: "Siapa lekas naik darah berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar". Sedikitnya ada dua sisi baik dari sikap ini. Pertama, sabar mengajarkan kita untuk menahan diri dan berpikir jernih. Memang tidak akan langsung menyelesaikan masalah. Namun, setidaknya sabar akan membuat masalah jadi tidak lebih berat. Kedua, sabar akan meluputkan kita berlaku tidak semestinya terhadap orang lain. Contoh sederhananya, marah-marah. Akibatnya, konflik seringkali terjadi. Berlaku sabar berarti berdamai juga dengan orang lain. Tidak cepat menyalahkan, melainkan belajar mengerti dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Jaman sekarang ini, sabar mungkin satu sikap yang kerap disepelekan oleh kita. Apalagi di tengah dunia yang serba instan. Padahal banyak sisi positifnya lho. Salomo juga menekankan pentingnya sikap sabar. Tidak tanggung-tanggung. Dua ayat dalam fasal yang sama (Amsal 14:17,29) bernada seirama: "Siapa lekas naik darah berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar". Sedikitnya ada dua sisi baik dari sikap ini. Pertama, sabar mengajarkan kita untuk menahan diri dan berpikir jernih. Memang tidak akan langsung menyelesaikan masalah. Namun, setidaknya sabar akan membuat masalah jadi tidak lebih berat. Kedua, sabar akan meluputkan kita berlaku tidak semestinya terhadap orang lain. Contoh sederhananya, marah-marah. Akibatnya, konflik seringkali terjadi. Berlaku sabar berarti berdamai juga dengan orang lain. Tidak cepat menyalahkan, melainkan belajar mengerti dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Sunday, January 07, 2007
Berpikir Positif, Harapan dan Kehendak Tuhan
Konon, keberhasilan hidup seseorang ditentukan oleh kekuatan pikirannya. Orang yang mampu berpikir positif, memupuk harapan dan mengejarnya akan sukses. Sebaliknya, orang yang pesimis, pasrah dan tidak punya harapan akan selamanya terbenam.
Saya pribadi mendukung pendapat ini. Sesulit apapun keadaan kita, selama kita bisa berpikir positif and menempatkan harapan, kita akan tetap bertahan. Mampu bertahan berarti tetap hidup, tetap bekerja dan "seringnya" keberhasilan itu akan datang. Yang menjadi pertanyaan menarik adalah akankah kita "selalu" berhasil bila kita berpikir positif. Jawabnya ya, bila kehendak kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Lha, kalo begitu, apa gunanya berpikir positif bila segala sesuatu terjadi sesuai kehendak Tuhan? Nah, disinilah kuncinya, manusia diciptakan sebagai makhluk bebas yang bisa menentukan pilihan. Tuhan mempunyai rencana dalam hidup kita bahkan sejak kita belum lahir. Namun, kita sendirilah yang menentukan langkah dan pilihan kita. Intinya, carilah kehendak Tuhan sembari tetap memilih apa yang tersedia bagi kita. Lakukan apa yang bisa hari ini dan percaya Ia yang memimpin senantiasa. Bagaikan ikan yang terus berenang di sungai. Kadang ingin ke hulu, kadang ke hilir. Pada akhirnya aliran sungailah yang membawanya. Namun, bila ikan tersebut berhenti berenang, ia mati! Kadang harapan kita tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Tapi, itu bukan masalah. Percaya bahwa Tuhan pasti telah menyiapkan rancangan yang terbaik buat kita masing-masing. Berpikir positif dan berharap. Itu yang membuat kita tetap hidup and memampukan kita menggenapi rencana-Nya akan hidup kita.
Konon, keberhasilan hidup seseorang ditentukan oleh kekuatan pikirannya. Orang yang mampu berpikir positif, memupuk harapan dan mengejarnya akan sukses. Sebaliknya, orang yang pesimis, pasrah dan tidak punya harapan akan selamanya terbenam.
Saya pribadi mendukung pendapat ini. Sesulit apapun keadaan kita, selama kita bisa berpikir positif and menempatkan harapan, kita akan tetap bertahan. Mampu bertahan berarti tetap hidup, tetap bekerja dan "seringnya" keberhasilan itu akan datang. Yang menjadi pertanyaan menarik adalah akankah kita "selalu" berhasil bila kita berpikir positif. Jawabnya ya, bila kehendak kita sesuai dengan kehendak Tuhan.
Lha, kalo begitu, apa gunanya berpikir positif bila segala sesuatu terjadi sesuai kehendak Tuhan? Nah, disinilah kuncinya, manusia diciptakan sebagai makhluk bebas yang bisa menentukan pilihan. Tuhan mempunyai rencana dalam hidup kita bahkan sejak kita belum lahir. Namun, kita sendirilah yang menentukan langkah dan pilihan kita. Intinya, carilah kehendak Tuhan sembari tetap memilih apa yang tersedia bagi kita. Lakukan apa yang bisa hari ini dan percaya Ia yang memimpin senantiasa. Bagaikan ikan yang terus berenang di sungai. Kadang ingin ke hulu, kadang ke hilir. Pada akhirnya aliran sungailah yang membawanya. Namun, bila ikan tersebut berhenti berenang, ia mati! Kadang harapan kita tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Tapi, itu bukan masalah. Percaya bahwa Tuhan pasti telah menyiapkan rancangan yang terbaik buat kita masing-masing. Berpikir positif dan berharap. Itu yang membuat kita tetap hidup and memampukan kita menggenapi rencana-Nya akan hidup kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)