Udah lama ga nulis blog. Banyak yang terjadi dalam hidup akhir-akhir ini; banyak waktu yang terhabiskan pula. Namun, hari ini saya pribadi terharu - setidaknya untuk dua hal yang terjadi Sabtu lalu dan kemarin.
Sabtu lalu, saat tenis di pagi hari, tiba-tiba ponsel berdering. Ternyata dari profesor! Pikiran langsung berkecamuk; karena tak jarang ia meminta kita bekerja di akhir pekan. Nyatanya, dia mengundang untuk makan malam! Selamatan rumah barunya. Bersama teman-teman lab, saya berkunjung ke rumahnya. Beragam makanan enak telah tersedia; dimulai dari soba, udang bakar, vegetarian food, dan banyak lagi. Yang membuat saya terharu, ternyata ia sendiri dan pembantunya menyiapkan sajian untuk kami. Tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ia tiba-tiba menjadi seorang pribadi yang melayani.
Kemarin malam seorang senior melakukan thesis defense. Ia melakukan presentasi dari Amsterdam. Unik juga. Komunikasi tiga arah - Singapura, Boston dan Amsterdam. Kita sama-sama di program SMA, dan hubungan kita cukup dekat. Dibimbing dua profesor yang sama, saya mengerti betul kesulitan yang ia hadapi dalam menjalani program PhD ini. Presentasi lancar, meski ia sempat khawatir akan lidahnya yang kaku. Saya terharu di saat ia memaparkan acknowledgement. Bagi saya, ungkapan terima kasihnya sangatlah personal - orang per orang, pribadi lepas pribadi. Saya dapat merasakan perjuangan berat yang ia telah jalani. Akhirnya, ia menampilkan gambar foot prints (tapak kaki). Ia berkata,"Terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah menggendong saya melalui masa-masa ini." Hati saya berlinang. Ia seorang Kristen yang lahir baru, dan mungkin lebih "baru" daripada saya. Ia dengan tulus memaparkan penyertaanNya. Bisakah saya? Pertanyaan yang harus saya jawab pada nantinya.
Dari keterharuan, saya belajar:
- Berilah orang kesempatan. Kerap kita menghakimi orang terlalu dini. Bersabarlah. Pada saatnya nanti, sisi positifnya akan muncul.
- Kerap kita merasa telah "mapan" dan "dewasa" dalam iman, nyatanya belum tentu. Tetaplah pelihara iman. Dalam tindakan; dengan tulus dan rendah hati.