Orientasi Fisik, Relevan-kah?
Cliff Muntu, seorang mahasiswa Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), meninggal dunia setelah dikabarkan mengalami kekerasan fisik selama program orientasi di korps drumband. Sistem pembinaan di dalam IPDN memang "dikenal" garang. Masyarakat dan media tak hentinya menyoroti aktivitas para praja. Ironisnya, disanalah cikal bakal pegawai negeri sipil dibentuk. Heran, mengapa pemerintah tidak turun tangan langsung menangani masalah ini.
Dari dulu saya tidak setuju dengan orientasi fisik. Selain kurang mendidik, masa ini kerap dijadikan ajang "balas dendam" senior terhadap junior. Alhasil, motivasinya sering berbelok dari tujuan asal. Lagipula, saya tuh percaya bahwa pendidikan terbaik mesti dilandaskan kasih, bukan kekerasan semata.
Thursday, April 05, 2007
Monday, April 02, 2007
Puas yang Tak Pernah Terpuaskan
Rasa puas adalah salah satu tantangan kekristenan. Apalagi di dalam dunia yang serba cepat saat ini. Kita cenderung membandingkan milik kita punya dengan orang lain. Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak. Bila ditilik lebih jauh, hal ini juga dialami oleh raja Daud. Tak terhitung banyaknya selir yang ia miliki, ia tetap tidak puas. Ia menginginkan Betsyeba, bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tuhan masih mau menegur dan akhirnya Daud bertobat.
Masalah dan keluhan hidup kerap muncul dari keinginan yang tak terpenuhi. Kita berpikir, "Aku hanya ingin sedikit lebih baik daripada aku yang sekarang." Namun, ironisnya pernyataan ini seakan tak pernah berujung. Bergelut tentang apa yang kita mau, bukan yang kita punya. Padahal, Ia tahu benar apa yang kita butuhkan. Pertanyaannya, maukah kita berserah? Mari, bersyukurlah senantiasa.
Rasa puas adalah salah satu tantangan kekristenan. Apalagi di dalam dunia yang serba cepat saat ini. Kita cenderung membandingkan milik kita punya dengan orang lain. Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak. Bila ditilik lebih jauh, hal ini juga dialami oleh raja Daud. Tak terhitung banyaknya selir yang ia miliki, ia tetap tidak puas. Ia menginginkan Betsyeba, bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tuhan masih mau menegur dan akhirnya Daud bertobat.
Masalah dan keluhan hidup kerap muncul dari keinginan yang tak terpenuhi. Kita berpikir, "Aku hanya ingin sedikit lebih baik daripada aku yang sekarang." Namun, ironisnya pernyataan ini seakan tak pernah berujung. Bergelut tentang apa yang kita mau, bukan yang kita punya. Padahal, Ia tahu benar apa yang kita butuhkan. Pertanyaannya, maukah kita berserah? Mari, bersyukurlah senantiasa.
Sunday, April 01, 2007
Persikota-Persib 0-1
Kemarin Sabtu, Persib berhasil menaklukkan Persikota 1-0 di Stadion Banteng, Tangerang. Ini adalah kemenangan pertama Persib sepanjang tujuh musim Liga Indonesia. Sebelumnya Persib tidak pernah menang di kandang Persikota. Gol tunggal Maung Bandung dihasilkan oleh sundulan Nova Arianto, memanfaatkan umpan tendangan bebas Eka Ramdani. Ada satu kejadian unik. Pada menit ke-47, kiper Persikota gagal membuang bola setelah tendangannya hanya menerpa angin. :) Barkoui berhasil menguasai bola dan hanya berhadapan dengan gawang kosong. Namun, seribu sayang, tendangannya hanya membentur mistar gawang. Ia berkomentar, "Lapangannya tidak rada sehingga arah bola berubah sedikit." Pelatih Arcan Iurei bahkan berkomentar bahwa Barkoui tidak akan pernah bisa melupakan kejadian tersebut. :)
Ada-ada saja. Saya tuh tetap percaya bahwa unsur keberuntungan terasa sangat kental dalam sepakbola. Bahkan mungkin dalam hidup. Namun, bukan berarti kita tidak harus berusaha. Berusaha itu sangat penting dan perlu. Di lain pihak, jangan kecewa bila apa yang kita usahakan belum menuai hasil. Seperti kata pepatah, kita berusaha tetapi Tuhan yang menentukan.
Kemarin Sabtu, Persib berhasil menaklukkan Persikota 1-0 di Stadion Banteng, Tangerang. Ini adalah kemenangan pertama Persib sepanjang tujuh musim Liga Indonesia. Sebelumnya Persib tidak pernah menang di kandang Persikota. Gol tunggal Maung Bandung dihasilkan oleh sundulan Nova Arianto, memanfaatkan umpan tendangan bebas Eka Ramdani. Ada satu kejadian unik. Pada menit ke-47, kiper Persikota gagal membuang bola setelah tendangannya hanya menerpa angin. :) Barkoui berhasil menguasai bola dan hanya berhadapan dengan gawang kosong. Namun, seribu sayang, tendangannya hanya membentur mistar gawang. Ia berkomentar, "Lapangannya tidak rada sehingga arah bola berubah sedikit." Pelatih Arcan Iurei bahkan berkomentar bahwa Barkoui tidak akan pernah bisa melupakan kejadian tersebut. :)
Ada-ada saja. Saya tuh tetap percaya bahwa unsur keberuntungan terasa sangat kental dalam sepakbola. Bahkan mungkin dalam hidup. Namun, bukan berarti kita tidak harus berusaha. Berusaha itu sangat penting dan perlu. Di lain pihak, jangan kecewa bila apa yang kita usahakan belum menuai hasil. Seperti kata pepatah, kita berusaha tetapi Tuhan yang menentukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)