Orang Kristen
Keluaran 20:7, "Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan, sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan."
Dalam suatu bahasa, tak jarang kata-katanya mengalami degradasi makna. Nilai maknanya turun daripada sebelumnya atau bahkan malah berkonotasi negatif. Salah satu contohnya adalah kata "mahasiswa". Mahasiswa memiliki pengertian "siswa yang lebih tinggi atau agung derajatnya daripada umumnya". Baik dalam pola berpikirnya, cara mengemukakan pendapat dan kontribusinya dalam masyarakat. Namun, saat ini makna "mahasiswa" bisa dibilang turun. Kata ini hanya sebatas merujuk seorang pelajar yang belajar di perguruan tinggi atau universitas. Tidak lebih. Bahkan, di Indonesia khususnya, mahasiswa kadang dianggap biang kerok karena aksi-aksinya yang kadang anarkis malah meresahkan masyarakat. Belum lagi maraknya peristiwa tawuran mahasiswa antar perguruan tinggi di Jakarta. Mananamkan konotasi buruk akan kata "mahasiswa".
Dalam Keluaran 20:7, kita diingatkan untuk tidak menggunakan nama Tuhan dengan sembarangan. Perintah ini merupakan aturan yang membatasi. Namun, perintah ini juga memiliki sisi positif. Dalam arti yang positif, kita diajar untuk menggunakan nama Tuhan dengan bertanggung jawab untuk kemuliaanNya. Hal ini termasuk dengan atribut "orang Kristen". Kata "Kristen" dirujuk pertama kali kepada jemaat pertama di Antiokhia. Kristen memiliki pengertian pengikut Kristus atau Yesus. Mereka beriman kepada Tuhan Yesus, taat pada ajaran-ajaranNya, giat memberitakan Injil dan berbagi kasih kepada sesama.
Orang Kristen kerap merujuk pada orang yang datang ke kebaktian gereja setiap minggu. Hal ini lumrah. Belum berarti makna "Kristen" sudah terdegradasi. Tapi, ada esensi yang lebih penting. Apakah mereka bisa melihat bahwa kita adalah pengikut Kristus? Apakah keberadaan kita dirindukan dan bukan dihindari? Bila jawabannya belum, mungkin benar arti "Kristen" sudah pudar. Apakah peran kita? Layaknya sebuah identitas, hanya pemiliknya yang bisa membentuknya. Begitu pula kita. Sebagai murid Kristus, sudah sepatutnya kita mencerminkan ajaran-ajaranNya kepada dunia. Bukan berarti harus langsung turun dalam penginjilan, namun setidaknya bagikanlah kasih.
Mari merenung sejenak sebagai "orang Kristen". Apa yang orang lain lihat? Sudahkah sesuai dengan makna aslinya? Bila belum, mari "pulihkan" maknanya. Sehingga orang lain benar-benar bisa "mengalami" Kristus melalui keseharian kita. Dan mereka bisa berkata, "Aku kagum akan hidupmu. Apa sih rahasianya?" Saat itulah namaNya dipermuliakan. Dan, mungkin itulah titik awal untuk membagikan Injil.
Jagalah nilai "Kristen" sehingga Kristus dipermuliakan melalui hidup kita.
Monday, June 25, 2007
Saturday, June 23, 2007
Wednesday, June 20, 2007
Bye Copa, Persib...
Kemarin Persib tersingkir dari Copa. Lawannya hanya klub divisi I, Persijap Jepara. Bermain di kandang sendiri, Persib jauh lebih diunggulkan. Namun, Persib dikejutkan pemain Persijap yang mampu bermain tenang. Alhasil, serangan bertubi-tubipun mentah sepanjang pertandingan selama 120 menit. Skor tetap 0-0. Akhirnya Persib kalah dalam adu penalti, 4-3.
Memang bola itu bundar. Demikian pula dengan hidup kita. Maka, berjaga-jagalah. Saat berada di atas, kita mesti tetap mawas diri dan rendah hati. Sebaliknya, saat tekanan hidup datang bertubi-tubi dan kita merasa berada "di bawah", percayalah semuanya akan berakhir. Asalkan kita mau bertahan, Tuhan akan memberikan yang terindah pada waktunya.
Kemarin Persib tersingkir dari Copa. Lawannya hanya klub divisi I, Persijap Jepara. Bermain di kandang sendiri, Persib jauh lebih diunggulkan. Namun, Persib dikejutkan pemain Persijap yang mampu bermain tenang. Alhasil, serangan bertubi-tubipun mentah sepanjang pertandingan selama 120 menit. Skor tetap 0-0. Akhirnya Persib kalah dalam adu penalti, 4-3.
Memang bola itu bundar. Demikian pula dengan hidup kita. Maka, berjaga-jagalah. Saat berada di atas, kita mesti tetap mawas diri dan rendah hati. Sebaliknya, saat tekanan hidup datang bertubi-tubi dan kita merasa berada "di bawah", percayalah semuanya akan berakhir. Asalkan kita mau bertahan, Tuhan akan memberikan yang terindah pada waktunya.
Monday, June 04, 2007
Kantong DHL
Kantong DHL. Warnanya kuning terang dengan ornamen merah. Bisa langsung dikenal meski tulisannya hanya tampak sekilas. Seakan punya identitas tersendiri, yang tak tercampur baur dengan hal lain di sekitarnya. Begitupun selayaknya kekristenan. Kristen berbaur dengan dunia namun mesti punya identitas. Identitas kasih. Daripadanya kekristenan tak hanya dikenal namun terlebih bisa disambut baik. Demikianlah kita bisa jadi berkat bagi orang lain.
Kantong DHL. Warnanya kuning terang dengan ornamen merah. Bisa langsung dikenal meski tulisannya hanya tampak sekilas. Seakan punya identitas tersendiri, yang tak tercampur baur dengan hal lain di sekitarnya. Begitupun selayaknya kekristenan. Kristen berbaur dengan dunia namun mesti punya identitas. Identitas kasih. Daripadanya kekristenan tak hanya dikenal namun terlebih bisa disambut baik. Demikianlah kita bisa jadi berkat bagi orang lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)