Lelaki
"A man only gets a couple chances in life. If he doesn't grab them by the balls, before long he's sitting around wondering how he got to be second rate."
Kutipan di atas terambil dari trailer film Revolutionary Road. Saya sendiri belum nonton film-nya. Bagi sebagian besar orang, kutipan tersebut mungkin berasa biasa-biasa saja. Datar. Namun, saya pribadi tersentak saat pertama kali mendengarnya. Apalagi ini hanya satu kalimat di dalam trailer yang durasinya singkat.
Saya termenung, dan terus merenungkan kalimat ini. Pikir punya pikir, kalimat ini benar adanya. Kesempatan jarang datang dua kali. Bahkan, bila kesempatan tak kunjung datang, mesti mati-matian dikejar. Begitulah kaum Adam. Kenapa yah?
Akhir minggu lalu nonton DVD Seabiscuit. Mengisahkan seorang joki yang kakinya sempat patah, dan ia ingin kembali mengendarai kudanya. Sang pemilik kuda melarang karena khawatir. Namun, akhirnya ia mengijinkan setelah mendengar sepenggal nasihat: "I think it's better to break a man's leg than his heart."
Ya betul, ini soal hati. Dalam lubuk hatinya, seorang lelaki selalu ingin berkompetisi dan memenanginya. Saat kalah memang tidak mengenakkan. Namun, baginya kalah lebih baik daripada tidak mencoba. Mengambil resiko lebih baik daripada duduk diam. Begitulah lelaki.