Friday, March 30, 2007

Federer dan Nadal

Di seri Master Miami 2007, Federer dan Nadal tersingkir lebih awal. masing-masing di babak ketiga dan perempat final. Federer harus mengakui lagi kehebatan Canas dalam tiga set (ia juga kalah di Pasific Life Open dua minggu lalu). Sedangkan Nadal dibalas Djokovic dua set langsung (Nadal mengalahkan Djokovic juga di Pacific Life Open dua minggu lalu). Tak ayal persaingan tenis papan atas menjadi semakin seru. Tahun lalu hampir semua gelar Master direbut oleh duo Federer-Nadal. Saya pribadi melihat Djokovic dan Murray sebagai bintang baru tahun ini. Acungan jempol pula buat Canas. Setelah dilarang bermain selama 15 bulan karena doping, ia malahan bermain lebih baik dari sebelumnya.

Memang segala sesuatu ada waktunya. Kadang kita berada di atas angin dan ada waktunya kita merangkak dari bawah. Saat berada di atas, janganlah sombong. Tetaplah mawas diri. Saat berada di bawah, jangan takut dan khawatir. Tetaplah mengepak-ngepakkan sayap karena segala sesuatu akan indah pada waktunya. Ia tidak pernah berjanji untuk terus membawa kita terbang tinggi. Tapi, Ia berjanji untuk selalu menyertai dimanapun kita berada, termasuk mencukupkan segala kebutuhan kita.

Tuesday, March 27, 2007

Tertib

Persib Bandung berhasil menyapu bersih tiga partai kandangnya. Tiga kemenangan beruntun atas Persik Kediri, Persema Malang dan PSS Sleman mengokohkan Persib di posisi tiga klasemen Liga Indonesia 2007. Ada satu kejadian unik saat pertandingan melawan Persema. Saat jeda babak pertama, para bobotoh menyeruak masuk ke dalam stadion meski tidak memiliki tiket. Hal ini disebabkan oleh tidak berfungsinya tayangan layar lebar di luar stadion akibat gangguan teknis. Hari itu memang ulang tahun Persib ke-74. Namun, akhirnya merekakeluar stadion dengan sadar bahwa mereka harus bersikap tertib dalam mendukung kesebelasan kesayangan mereka. Salut buat bobotoh.

Bersikap tertib itu baik dan perlu. Harus dipupuk dari hal-hal sekecil apapun. Alangkah baiknya bersikap tertib dilandaskan atas kesadaran diri, bukan sebatas taat aturan.

Monday, March 19, 2007

19 Maret 2007

Musim balap F1 mulai kembali dengan seri perdana di Melbourne, Australia. Ditinggal oleh Michael Schumacher yang pensiun, ajang ini tidak hilang greget-nya. Perpindahan pembalap dan debut pembalap baru menjadi aksi yang ditunggu-tunggu. Kimi Raikkonen akhirnya menjadi kampiun di seri ini. Dominan sejak babak kualifikasi, Kimi menutup aksinya dengan sempurna. Ia hanya membuat satu kesalahan kecil saat mobilnya keluar sedikit ke gravel karena kurang konsentrasi. Sempat diragukan oleh fans Ferrari untuk menggantikan peran Michael, Kimi membuktikan bahwa ia masih yang tercepat di F1. Tak banyak bicara, namun sangat fokus dalam balapan. Bravo, Kimi!

Di ajang lain, Rafael Nadal akhirnya merengkuh gelar juara pertamanya tahun ini di Pacific Life Open. Menduduki peringkat 2 dunia, ia tidak pernah juara sejak Perancis Terbuka tahun lalu. Bahkan, ia tak pernah masuk babak final sejak Wimbledon bulan Agustus 2006. Namun, ia tidak patah arang. Hebatnya, ia tak kehilangan satu setpun di turnamen ini. Kritik dijawab dengan prestasi. Vamos, Rafa!

Saturday, March 17, 2007

17 Maret 2007

Roger Federer akhirnya kalah. Setelah 41 kemenangan beruntun, ia menyerah 5-7, 2-6 kepada Guillermo Canas di babak kedua Pacific Life Open. Meski di-"panasi" oleh media massa untuk mematahkan rekor 47 kemenangan beruntun oleh Guillermo Villas, Federer mengomentari kekalahannya dengan sangat positif. Sempat dua kali mendapat perawatan dari trainee, ia tidak mempermasalahkan cederanya. Ia berkomentar, "Kekalahan sangat biasa dalam tenis. Dia bermain sangat baik dan saya tidak bermain buruk."

Saat berada di atas, kadang sangat sulit mengakui kekalahan. Penyebabnya adalah obsesi yang keliru. Ingin menang itu lumrah, namun ingin selalu menang itu keliru. Manusia yang bijak adalah mereka yang dapat menerima kenyataan dan bertolak positif darinya.

Wednesday, March 14, 2007

Jalan Pintas

Di jaman yang serba cepat ini, harus diakui kita sering ingin selamat. Alhasil, jalan pintas seringkali menjadi rute yang terpilih. Malas bercapek-capek, namun ingin hasil yang gemilang. Manipulasi fakta, mencontek, menyogok menjadi hal-hal yang lumrah dilakukan. Prinsipnya, kalau ada jalan pintas, ngapain mesti bersusah-susah mengikuti jalan lurus.

Namun, percayalah, hidup tak melulu tentang hasil; proses itu penting. Proses membentuk dari dalam ke luar. Apalah artinya hasil yang gemilang tapi keropos di dalam? Mudah lenyap saat diterjang badai. Lebih baik berakar kuat, meski harus tumbuh lebih lambat. Laksana pohon beringin - saat kokoh nanti, ia menjadi tempat berteduh di tengah kesulitan hidup yang datang silih berganti. Tak hanya untuk diri sendiri, namun juga buat orang lain.

Sunday, March 04, 2007

4 Maret 2007

Hari ini 4 Maret. Waktu sangat cepat berlalu. Sudah lama tidak nulis blog juga. Tiga hari yang lalu (1 Maret - red) papa ulang tahun. Usianya 68 tahun sekarang, namun beliau sangat sehat. Saya kagum melihat pola hidupnya, serba teratur dan sehat. Teladan keluarga. :) Sayang, kami tidak bisa merayakannya bersama. Saya masih di Singapura, sedangkan Jevan baru berangkat ke Amsterdam minggu lalu. Biasanya kami menyempatkan makan malam bersama. Selalu berkesan, meskipun kadang hanya makan masakan mama di rumah. Kehangatan keluarga memang istimewa, tak dapat tergantikan. :)