Dua minggu belakangan ini, milis teman-teman tenis penuh dengan istilah (singkatan, julukan, atau apapun itu): Em El, Mbak Leh. Belum lagi beruang, mbe, emas, pot, pol dan lain-lain. Dahi berkerut saat membacanya. Ironisnya, tetep ga ngerti. =) Semua orang bisa menebak ini berkaitan dengan krisis ekonomi di "Kerajaan Amerika". Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai "awal sebuah keakhiran".
Apapun itu - terlepas dari ketidakngertian saya (atau, masa bodoh) - kita masih bisa belajar:
- Tak ada yang abadi. Segala sesuatu di dunia ini ada masanya. Bahkan perusahaan raksasa yang katanya mencapai masa keemasannya tahun lalu. Gelar, jabatan dan kekayaan bukanlah jaminan. Maka, janganlah hanya membangun "kerajaan sendiri" di dunia ini.
- Konsekuensinya, hidup akan selalu bagaikan roller coaster - kadang di atas, kadang di bawah. Maka, di saat kelam, percayalah yang baik akan datang. Sebaliknya, saat bahagia, bagikanlah kasih. Sebab, nanti ada kalanya Anda akan menerima kebaikan dari orang lain di saat Anda memerlukannya.
- Karena kita kuat terikat di dalam roller coaster, janganlah kuatir. Naik, turun, berbalik arah; kepala di bawah, kaki di atas; kita semua ada di dalam genggaman tanganNya. Percayalah pada akhirnya kita akan sampai tujuan. Bila kita tetap setia.
No comments:
Post a Comment