Tuesday, July 15, 2008

Federer-Nadal

Jika ada pertanyaan: "apa yang menjadi kebanggaanmu hidup pada generasi sekarang?". Tak ragu, saya akan menjawab dengan keberadaan dua petenis terbaik dunia saat ini - Federer-Nadal. Dua yang terbaik dengan gaya permainan yang berbeda, karakter yang berbeda. Yang sama adalah keduanya menampilkan tenis dengan menawan. Duta besar tenis untuk dunia.

Final Wimbledon 2008 (yang akhirnya dimenangkan Nadal) adalah pertandingan tenis terbaik yang pernah saya saksikan. Tahun lalu (Wimbeldon 2007 - red) saya sudah berkata dalam hati, "ini akan menjadi yang terbaik". Namun, ternyata tidak. Keduanya kembali bertemu di final dan laga menjadi sangat dramatis. Diwarnai dua delay karena hujan, saya tak berani untuk tidur karena takut terlewat. :) Alhasil, tidurpun jadi jam 4 subuh! Namun, hal ini tidaklah sia-sia.

Keduanya bermain dengan sangat apik. Saat menonton laga semifinal, saya sempat ragu Federer mampu mengimbangi Nadal. Dalam hati, saya berkata 60-40 untuk Nadal. Namun, yang terjadi justru sebaliknya - Federer bermain baik dan agresif. Meski tertinggal (4-6, 4-6) di dua set pertama, itu tidaklah menggambarkan ketatnya laga mereka - mungkin perbedaan poin mereka hanyalah tiga: Nadal bisa memanfaatkan dua break points dengan baik, sedangkan Federer hanya mampu mengambil satu break point dari sekitar sepuluh kesempatan. Set ketiga, Federer mampu bertahan dan menang dengan tie-break. Set keempat, disanalah mental Federer dan Nadal diuji - Nadal memiliki dua championship points, namun Federer mampu mematahkannya dan bahkan menang dramatis. Set kelima, keduanya tetap ngotot, hanya akhirnya Federer tak mampu mempertahankan servisnya dan menyerah 7-9. Game, set, match, Nadal!

Kecewa? Jelas iya - dari dahulu saya pendukung Federer. Namun, tak bisa dipungkiri Nadal bermain dengan sangat baik. Congratz, Rafa! Saya lebih tertarik melihat bagaimana Federer bangkit dari "keterpurukan"-nya tahun ini. Show me how you rise from the dawn, champs!

No comments: