Thursday, July 17, 2008

My Tipping Point

Pernahkah Anda merasa di satu titik dimana "bola berada di tangan Anda" dan semuanya "bergantung" hanya pada satu kesempatan. Bila berhasil, jalan terbuka. Gagal ya jalan tertutup. The tipping point - titik perubahan.

Saat ini saya merasakannya - kegagalan telah menjadi "menu sehari-hari". Saya bersyukur. Muncul satu titik terang, ada satu kesempatan - semuanya bergantung pada diri saya sendiri: make it or forget it! Layaknya penendang penalti terakhir yang menentukan menang atau kalah.

Saya berusaha keras dan berdoa: "Bapa, tolonglah anakmu yang saat ini sedang lemah hati; pimpin dan kuatkanlah, biarlah kehendakMu yang jadi."

1 comment:

Anonymous said...

tulisan2 Davis bagus dan manusiawi :)
sukses buat thesisnya.