Sunday, July 06, 2008

Jomblo

“Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memeang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerjaan Sorga.” Matius 19:12

Baca: I Korintus 7:17-42

Seorang gadis lajang berdoa syafaat: “Ya Tuhan, kalau memang dia jodohku, dekatkanlah. Kalau bukan jodohku, jodohkanlah. Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku. Amin.” Humor diatas bisa terjadi kapan dan pada siapa saja, terutama kalangan jomblo.

Seorang jomblo kerap dianggap tabu. Bahkan orang memandang jomblo sebagai penderitaan. Hidup terasa sulit saat pasangan hidup tak kunjung mendekat. Tapi, bukankah penyebabnya adalah karena kita mendengarkan orang lain? Yang terlebih penting adalah bagaimana kita bersikap. Jika direspon secara positif, hiduppun akan terasa lebih ringan. Jomblo tidaklah identik dengan hidup merana. Dengan waktu yang lebih luang dan konsentrasi yang lebih besar, bukankah itu merupakan kesempatan untuk berkarya? Jomblo bukan juga berarti kita hidup sendiri. Bukankah dengannya kesempatan membangun relasi dengan orang lain jadi lebih terbuka?

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus menganjurkan hidup dengan tidak menikah. Namun, ini sifatnya tidaklah mutlak. Sebaliknya, ayat-ayat tersebut mengingatkan akan “harga” yang harus dibayar dalam hidup berpasangan. Kita diingatkan, kalaupun berpasangan, janganlah sampai terbelenggu perkara duniawi. Janganlah riak-riak pernikahan malah menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Sendiri ataupun berpasangan, tanggung jawab kita di hadapan Tuhan tetaplah sama – berkarya untuk melayani dan memuliakan namaNya. Yang berbeda hanyalah lingkupnya.
Jadi, menikah atau jomblo itu pilihan. Bila menikah, bijaklah membina keluarga. Bila tidak, jadilah jomblo yang bajik. Bagi jomblo yang ngebet menikah, ingatlah bahwa hidup kita ada di tangan-Nya. Sabar dan bersyukurlah – rencanaNya indah menanti - DYA.

Apapun statusnya, kita ada bersama-sama di dalam satu keluarga Allah.

No comments: