Besok
Akhir tahun. Di hati terdalam, ingin rasanya melewati hari ini seperti biasanya. Mengalir. Namun, banyaknya "kejadian" tahun ini memaksa saya berpikir ulang. Tahun 2008 diawali dengan ketidakpastian, perasaan tertipu. Perjuangan di tengah-tengahnya. Diselingi sepercik senyuman dan gembira. Sayangnya, diakhiri dengan kecewa.
Kecewa karena akhir dari perjalanan panjang selama tiga tahun meleset jauh dari harapan. Kaget dan sedih. Pembelajaran yang sungguh pahit. Kecewa karena semestinya semuanya bisa dilakukan dengan "lebih baik". Sedih.
Dipikir-pikir, sedih tidaklah melulu negatif. Dengan sedih, kita "dipaksa" untuk merenung. Tentang apa yang salah. Bukannya "asal lewat". Seperti orang yang sudah hilang nurani akibat terlalu sering korupsi. Terlalu sering "mencuri", dan sebagainya. Dengan sedih, kita sadar akan keterbatasan kita. Dengan demikian, kita bisa lebih mawas diri.
Besok tanggal satu. Tahun yang baru. Saya tidak ingin memulai yang benar-benar baru. Karena sisa-sisa hari kemarin akan tetap terus membekas. Hanya kepicikan untuk membuang semua yang telah lewat. Namun, saya akan terus berharap untuk memulai yang lebih baik. Hari demi hari.
No comments:
Post a Comment