Wednesday, October 01, 2008

333

Tak dapat dihindari, tak dapat disangkali; namun, mesti dihadapi. Begitulah hidup. Masalah kerap datang tanpa diduga. Keyakinan cepat berganti menjadi keraguan. Kadang hati menjadi ciut. Merasa putus asa. Keadaan tampak suram. Kelam. Seakan jalan yang tak berujung.

Saya sedang mengalaminya. Namun, tak ingin "terhanyut" di dalamnya. Sebaliknya, justru ingin menikmatinya. Disaat "dipaksa" berserah dan bersyukur. Untuk setiap hal yang ada di sekitar saya. Senyum seorang teman. Perhatian seorang sahabat. Perasaan cinta. Kebersamaan. Sekaligus sukacita yang ada di dalamnya. Sambil terus berdoa dan berusaha.

Malam ini saya bisa lebih bersyukur. Mama telpon, dan memberikan ayat mas. Seingat saya, ini pertama kalinya. Judulnya "333" - terambil dari Yeremia 33:3, "Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." Itulah janji pemulihan Tuhan atas Yerusalem dan Yehuda.

Memang betul berada "di bawah" tidaklah nyaman. Namun, bukankah dengan demikian kita bisa merasa senang saat ada "di atas"? Bayangkan jika kita selalu berada di jalan tol, akankah kita bisa menghargai rasanya bebas dari kemacetan? Lagipula, di saat "macet", kita bukannya tanpa daya. Ia berjanji bahwa kita masih bisa berseru sambil menantikan pertolonganNya. Karena, meski sekarang kita tak mengerti, percayalah Ia tahu yang terbaik. Itu pasti.

No comments: