Wednesday, March 14, 2007

Jalan Pintas

Di jaman yang serba cepat ini, harus diakui kita sering ingin selamat. Alhasil, jalan pintas seringkali menjadi rute yang terpilih. Malas bercapek-capek, namun ingin hasil yang gemilang. Manipulasi fakta, mencontek, menyogok menjadi hal-hal yang lumrah dilakukan. Prinsipnya, kalau ada jalan pintas, ngapain mesti bersusah-susah mengikuti jalan lurus.

Namun, percayalah, hidup tak melulu tentang hasil; proses itu penting. Proses membentuk dari dalam ke luar. Apalah artinya hasil yang gemilang tapi keropos di dalam? Mudah lenyap saat diterjang badai. Lebih baik berakar kuat, meski harus tumbuh lebih lambat. Laksana pohon beringin - saat kokoh nanti, ia menjadi tempat berteduh di tengah kesulitan hidup yang datang silih berganti. Tak hanya untuk diri sendiri, namun juga buat orang lain.

2 comments:

ayub yahya said...

coba deh usahakan, satu dua paragraf nulis. asal rutin :)

Davis Yohanes Arifin said...

Makasih sarannya, Pak. Kadang bukan ga sempat, cuma malas. :) Mesti dipupuk kebiasaannya.