Sabar
Jaman sekarang ini, sabar mungkin satu sikap yang kerap disepelekan oleh kita. Apalagi di tengah dunia yang serba instan. Padahal banyak sisi positifnya lho. Salomo juga menekankan pentingnya sikap sabar. Tidak tanggung-tanggung. Dua ayat dalam fasal yang sama (Amsal 14:17,29) bernada seirama: "Siapa lekas naik darah berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar". Sedikitnya ada dua sisi baik dari sikap ini. Pertama, sabar mengajarkan kita untuk menahan diri dan berpikir jernih. Memang tidak akan langsung menyelesaikan masalah. Namun, setidaknya sabar akan membuat masalah jadi tidak lebih berat. Kedua, sabar akan meluputkan kita berlaku tidak semestinya terhadap orang lain. Contoh sederhananya, marah-marah. Akibatnya, konflik seringkali terjadi. Berlaku sabar berarti berdamai juga dengan orang lain. Tidak cepat menyalahkan, melainkan belajar mengerti dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
1 comment:
good blog, davis. keep writing ya :). menulis bagai usaha mengasah "pisau" kepekaan kita
Post a Comment