Minta
Saat ini saya sedang berjuang nulis satu artikel tentang "minta". Topik klasik yang erat kaitannya dengan doa. Dapat ide ini sekelibat saat duduk di bis. Sudah dua minggu, tapi saat ini saya tersendat. Ingin nulis yang ringan-ringan, tapi kok ya ga pernah sreg.
Benernya topik ini sangatlah klasik - dua pandangan berbeda akan pengabulan doa. Sebut saja pandangan A dan B. Pandangan A menekankan penyerahan diri akan kehendak Tuhan. Sama seperti saat Yesus berkata,"Kalau mungkin, lewatkanlah cawan ini daripadaKu. Namun, biarlah kehendakMu yang jadi." Sama dengan Doa Bapa Kami, "Jadilah kehendakMu, di bumi seperti di surga." Saat kita meminta, belum tentu kita mendapatkan. Allah Bapa mengerti betul apa yang kita perlu - Ia akan selalu memberi yang terbaik menurut rencanaNya.
Lain pula pandangan B - yang menekankan akan pentingnya iman dalam meminta. Saya tidak ingin mencampur adukkan tentang permintaan yang baik atau buruk, benar atau salah. Anggap saja permintaan tersebut adalah baik dan benar. Misalnya, mendoakan orang untuk bertobat atau kesembuhan orang yang kita cintai. Sesuatu yang besar. Sebuah mujizat. Seperti yang dijanjikan Yesus, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu." Saya percaya, sebagai Bapa yang baik, Ia rindu mendengar akan keinginan kita. Sama seperti iman orang buta yang dicelikkan matanya. Atau janda yang disembuhkan karena imannya saat memegang jubah Yesus. Bukankah mujizat terjadi karena iman mereka yang begitu dahsyat?
Tapi ya kok kenyataannya berbicara lain - ga semua doa kita terkabul. Dalam hal ini, pandangan A mungkin lebih relevan. Tak heran ini menjadi pandangan yang dianut oleh kebanyakan gereja. Namun, entah mengapa hati saya ga pernah sreg. Selalu terpikir pandangan B. Jika itu yang Ia janjikan, apakah janjiNya hanya setengah-setengah? Janji yang "kalau" - kalau itu sesuai dengan kehendak-Ku, maka akan Kukabulkan. Ini juga mengherankan.
Saya merasa tidaklah mungkin untuk menggabungkan keduanya. Mungkin ada konteks yang berbeda. Namun itu yang saya tak bisa jawab - bagaimana saya harus berdoa malam ini?
No comments:
Post a Comment