Tuesday, May 27, 2008

Selingkuh

Selingkuh itu berjuta rasanya. Begitulah kata orang (saya pernah ga ya?). Sadar ataupun tak sadar. Mau ngaku atau ngelak. Saya percaya semua orang pernah mengalaminya. Bahkan ada yang bergumul (setidaknya demikian kata teman saya). Sekedar saling perhatian atau jalan bareng. Intinya, ga ada batasan. Api ya tetaplah api - besar maupun kecil.

Kerap orang bertanya, "Kenapa harus selingkuh?" Beragam jawaban muncul. Dari yang pasangan kurang perhatian, kurang cocok, bosan, dan sebagainya. Hampir semuanya berisi pembenaran diri. Yah yang namanya manusia - ingin enaknya sendiri, mengelak dari tanggung jawab. Kalau dipikir lagi, bukankah memang demikian kita? Sejak dari zaman Adam Hawa. Ciptaan tertinggi yang merdeka, namun kurang setia. Sama seperti pencuri ayam yang berargumen bahwa ia lapar.

Bicara soal selingkuh, tolok ukurnya adalah kesetiaan. Terlepas dari apapun kondisinya. Saat memutuskan untuk berpasangan, disitu ada komitmen. Komitmen untuk setia. Jadi, pacaran/menikah bukan melulu soal perasaan, tapi juga soal komitmen. Bukan seperti membeli sepatu/tas. Saat kita tidak lagi suka, bisa beli yang lain. Prinsipnya, yang lama sudah berlalu yang baru sudah datang. Lho? Memang benar perasaan suka/sayang timbul dari hati. Namun, kitalah sendiri yang bertanggung jawab untuk memupuk dan memeliharanya.

No comments: