Federer-Nadal - Part 15
Kemarin Federer dan Nadal kembali saling berhadapan untuk ke-15 kalinya di final Monte Carlo. Ini yang pertama sejak Master Series Cup November tahun lalu di Shanghai. Uniknya, keduanya memulai tahun 2008 dengan kurang baik. Federer "hanya" mampu meraih gelar pertamanya minggu lalu; itupun hanya di Estoril Open - turnamen kelas dua. Sedangkan Nadal belum meraih gelar tahun ini meski menembus beberapa final. Namun, Nadal dikenal sebagai raja tanah liat - rekor kalah-menang 96-1 sejak tahun 2005!
Pertandingannya seru. Tak diunggulkan, Federer tampil lebih agresif. Dilatih pelatih baru, ia yang biasanya cool, tampil lebih garang. Ia melampiaskan emosinya dengan teriakan; sebuah pemandangan yang jarang dilihat tahun lalu. Namun, Nadal dengan kecepatan dan konsistensinya mampu mengimbangi Federer. Ia akhirnya menang 7-5, 7-5 meski sempat tertinggal 0-4 di set kedua. Congratz, Rafa! Ia memang lebih baik. Hasil ini tak pelak membuat persaingan menuju Perancis Terbuka semakin terbuka.
Selepas pertandingan, Nadal tetap memuji Federer, "Ia tetap petenis nomor satu dunia." Sebaliknya, Federer berkomentar positif atas kekalahannya. Katanya, "Permainan saya baik. Tapi yang terpenting saya akhirnya memiliki kepercayaan diri untuk bisa mengalahkannya di lain kesempatan. Ia sangatlah kuat di tanah liat." Betapa positifnya cara pandang kedua petenis top dunia. Menang dan kalah adalah biasa; yang penting bagaimana kita menyikapinya dan bertolak daripadanya.
No comments:
Post a Comment