Tuesday, January 22, 2008

Terlucuti

Pulang ke Singapura kali ini saya merasa terlucuti. Satu-persatu yang sayang anggap berharga dalam hidup hilang. Tanpa bekas, tanpa sebab. Saya sendiri tak mengerti. Beruntung saya punya teman-teman yang setia menemani. Saya berpikir, kesetiaan itu penting. Tanpanya kita akan terus menyakiti hati seseorang. Untuk setia, hati mesti dijaga; bukan dibiarkan "seenaknya". Mulai dari nol memang sakit. Namun, setidaknya saya bersyukur masih bisa "meniti" lagi.

No comments: