Monday, December 10, 2007

Put Christ Back to Christmas

Mungkin terlintas aneh bagi kita orang Kristen, namun itulah himbauan Natal di Amerika Serikat - setidaknya di gereja yang saya kunjungi. Put Christ back to Christmas. Kadang kita lupa, begitu banyak orang di luar sana yang merayakan Natal tanpa Yesus. Saya cukup prihatin mendengar bahwa "Merry Chiristmas" telah berganti menjadi "Happy Holiday" di Amerika Serikat. Konon tujuannya agar masa liburan ini bisa dinikmati oleh semua kalangan agama. Segala hadiah dan kemeriahan dilangsungkan, namun maknanya luntur. Adakah sisi ke-eksklusifan gereja dalam hal ini? Atau, kita sendiri yang tak mau peduli? Natal kali ini marilah kita ingat orang-orang di sekitar kita. Ajak mereka untuk memaknai Natal sebagai wujud kasih Allah akan dunia.

No comments: