Puas yang Tak Pernah Terpuaskan
Rasa puas adalah salah satu tantangan kekristenan. Apalagi di dalam dunia yang serba cepat saat ini. Kita cenderung membandingkan milik kita punya dengan orang lain. Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak. Bila ditilik lebih jauh, hal ini juga dialami oleh raja Daud. Tak terhitung banyaknya selir yang ia miliki, ia tetap tidak puas. Ia menginginkan Betsyeba, bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tuhan masih mau menegur dan akhirnya Daud bertobat.
Masalah dan keluhan hidup kerap muncul dari keinginan yang tak terpenuhi. Kita berpikir, "Aku hanya ingin sedikit lebih baik daripada aku yang sekarang." Namun, ironisnya pernyataan ini seakan tak pernah berujung. Bergelut tentang apa yang kita mau, bukan yang kita punya. Padahal, Ia tahu benar apa yang kita butuhkan. Pertanyaannya, maukah kita berserah? Mari, bersyukurlah senantiasa.
No comments:
Post a Comment