24 Desember 2006
Telah tiga hari saya berada di Bandung, tempat semua kenangan masa kecil dan remaja tersimpan. Banyak hal telah berubah, namun tak sedikit pula yang tetap. Yang tetap dan yang terpenting adalah kehangatan kasih mama, papa, dan sanak keluarga lainnya. Kasih memang tak pernah pudar. Menurut saya, kesempatan mengasihi dan dikasihi adalah anugerah terbesar dalam hidup ini. Malam ini juga malam Natal. Teringat akan kasih-Nya yang tercurah dengan cuma-cuma kepada kita umat manusia. Unconditional love.
Saya sengaja tidak pergi ke gereja malam ini, mengambil kesempatan ini untuk merenung di antara kemeriahan Natal. Tahun 2006 merupakan tahun yang penuh makna bagi saya. Suka duka datang silih-berganti. Mulai dari publikasi ilmiah saya yang pertama, kehilangan kekasih tercinta, kondisi kesehatan mama yang memburuk, hingga rencana kepindahan adik saya satu-satunya ke Belanda. Semuanya seolah ingin menandakan hidup yang dinamis. Kadang saya terjatuh, memaksa saya berdiam diri sebelum bangkit. Di lain waktu, saya harus berlari hingga akhirnya lelah dan beristirahat sejenak. Namun, tanpa sadar, langkah saya terus maju dan selalu dibimbing oleh Bapa yang Kekal. Thanks, my Big Daddy!
Di balik semuanya itu, saya belajar banyak tentang pengharapan. Teringat akan petikan ayat Alkitab bahwa yang terpenting adalah kasih, iman, dan pengharapan. Kasih yang terpenting, namun ketiganya esensial. Kasih merupakan inti dan tujuan kehidupan kristiani, sedangkan iman kepada Yesus mendasari kasih. Lalu, dimanakah letak dan peran pengharapan? Pengharapan itu bersifat mendorong, memotivasi kita untuk melakukan sesuatu. Yang kerap terjadi adalah motivasi kita salah. Pengharapan kita hanya untuk memuaskan keinginan diri kita sendiri, bukannya untuk memenuhi kehendak Tuhan. Atau, kita menggantungkan harapan kepada manusia, bukaannya Tuhan. Percaya deh, selaraskan motivasi Anda dengan kehendak-Nya karena Ia tak pernah mengecewakan. Ia pasti punya rencana yang indah dalam hidup kita semua.
Selamat Natal! Ingat akan Dia dan kebesaran kasih-Nya.
No comments:
Post a Comment